Latest Updates

Strategi Program Siaran Radio

Strategi Program Siaran Radio
Radio Programming Strategy - Strategi Program Radio

STRATEGI program siaran radio tidak bisa dilepaskan dari strategi pemasaran (marketing strategy). Sebuah strategi pemasaran stasiun radio akan menjawab pertanyaan berikut ini:
  1. Apa yang akan kita coba lakukan terhadap stasiun radio ini? Dan bagaimana kita akan tahu jika sukses?
  2. Siapa target pendengar kita? What sort of people are we trying to reach?
  3. Persepsi apa yang kita harapkan dari pendengar tentang radio kita? What do we want them to think about this station?
Dalam jargon manajemen radio, ketika pertanyaan tersebut merujuk pada:
  1. Tujuan radio (station objectives)
  2. Target pendengar (target audience)
  3. Positioning

Radio adalah bagian dari kehidupan masyarakat sekitar. Sebagai media informasi yang berperan mendidik masyarakat, radia harus mampu menghibur sekaligus menjadi "guru" bagi masyarakat sehingga mampu mengubah perilaku masyarakat.

Sebagai contoh, di Afrika Selatan, negara dengan tingkat AIDS tinggi, peran vital radio adalah dalam hal "pemasaran sosial" (social marketing): mengubah perilaku masyarakat demi kesehatan komunitas. Di negara semacam ini, radio yang sukses diukur bukan dengan jumlah pendengar atau peningkatan dana, tetapi dengan kemampuan mengadakan perubahan dalam harapan hidup (changes in life expectancy).

Di negara maju, peran radio lain lagi, yakni menjadi forum diskusi dan memunculkan ide-ide membangun jaringan komersial, juga gaya hidup (life style). Info ekonomi menjadi penting.

Menargetkan seluruh penduduk (Targeting the whole population)

concentric circles
Bayangkan semua orang yang tinggal di sekitar radio dimasukkan dalam sebuah set lingkaran (set of circles). Lingkaran terkecil di tengah lingkaran besar merepresentasikan jumlah yang kecil.

Bagi kebanyakan radio komunitas, tipe pendengar termasuk:

1. Orang-orang yang terlibat langsung dalam manajemen radio: staf full-time dan part-time, komite manajemen, relawan, stinger, dll.

2. The regular listeners. Pendengar reguler. Mereka mungkin menghabiskan banyak waktu untuk mendengarkan siaran radio dan beberapa di antaranya mendonasikan uang mereka, tapi mereka tidak terlibat langsung dalam pengelolaan radio.

3. The occasional listeners. Pendengar yang hanya sesekali mendengarkan radio, bergantian dengan menonton TV atau membaca koran. Mungkin juga mendengarkan radio kita secara tidak sengaja (accidental listeners). Sebagian mungkin bahkan tidak tahu nama radio kita.

4. Beberapa tahu keberadaan radio kota, tapi tidak menjadi pendengar. Mungkin juga ada yang tidak tahu dan tidak pernah sama sekali mendengarkan radio kita.

5. Mereka yang tinggal di luar jangkauan wilayah radio (station's coverage area) dan tidak bisa mendengarkan radio bahkan jika mereka ingin mendengarkannya.

Pemangku kepentingan lain (Other stakeholders)

Ada juga kelompok di luar kelima tipe pendengar di atas, tapi kelompok ini bisa sangat penting bagi stasiun komunitas:

6. Sumber program, baik orang-orang maupun organisasi. Ini termasuk agensi pemerintah, otoritas lokal, dan organisasi lain yang sering disebutkan dalam program berita atau peristiwa terkini. Termasuk di dalamnya penyelenggara acara olahraga dan kebudayaan yang disiarkan radio Anda.

Kita bisa membagi sumber program ini menjadi tiga kelompok:
  1. Mereka yang menghubungi Anda, ingin pasang iklan atau mengrimkan press release.
  2. Lembaga/organisasi yang Anda hubungi untuk mencari informasi, mungkin perpustakaan lokal dan departemen pemerintah.
  3. Mereka atau organisasi yang masuk ke dalam kategori di atas: politisi lokal, misalnya.
7. Supplier peralatan, barang-barang, dan layanan. Pedagang lokal yang akan tertarik kepada stasiun radio Anda karena mereka mendapatkan uang darinya.

8. Pengiklan dan sponsor. Beberapa akan menjadi pendengar, lainnya tidak. Jelasnya, mereka yang mendengarkan radio kemungkinan akan beriklan di radio tersebut.

9. Perwakilan agensi lembaga pendanaan (funding agencies). Ini bisa termasuk pemerintah lokal, regional, dan nasional, juga NGO. Pemangku kepentingan stasiun komersial juga masuk dalam kategori ini.

10. Pesaing (competitors): media lain yang bersaing dalam meraih pendengar, juga pendanaan. Ini termasuk stasiun radio lain yang ada di wilayah Anda, TV loka, dan koran lokal.

11. Pemimpin pendapat (Opinion Leaders), seperti kalangan kritis, advokat, dan analis. Termasuk media lain yang mungkin mempublikasikan informasi tentang stasiun radio Anda.

12. Organisasi industri milik Anda: mungkin organisasi penyiaran nasional, kelompok pertukaran-program (program-exchange group), kamar dagang, dan koalisi media lokal informal. 

The need to keep enlarging your audience

Pendengar selalu berubah, dalam jumlah maupun kebutuhan dan keinginan. Maka, mari kita ubah urutannya dari posisi 5 ke posisi 1:

5. Mereka yang tinggal di luar jangkauan area.
Anda tidak bisa menjangkau mereka, tapi bisa dengan radio streaming (intenet).

4. Mereka yang tinggal di wilayah sekitar, tapi tidak pernah mendengarkan radio Anda.
Anda harus mampu membuat mereka mengenal dan mendengarkan radio Anda, bukan dengan iklan radio karena mereka tidak mendengarkan radio Anda.

3. Occasional listeners. Pendengar nonreguler.
Agar menjadi pendengar reguler, mereka membutuhkan "program expose". Maka, iklankan acara-acara radio Anda! Buatlah promo program di radio Anda sendiri.

2. Regular listeners
Bagaimana Anda mampu menjaga loyalitas mereka? Bagaimana Anda "memanfaatkan" mereka? Agar pasang iklan, mungkin? Bisa juga mengajak mereka menjadi relawan atau membantu radio Anda semampu mereka. Bisa juga dengan membentuk organisasi fans radio Anda --Radio Fans Club.

1. Pendengar di lingkaran terdalam.
Mereka adalah staf, manajer, produser, dan volunteer. mungkin juga keluarganya. Manajemen SDM dan keuangan menjadi penting. Bagaimana mereka bisa tetap setia, termotivasi, dan mampu melahirkan ide-ide pengembangan demi kemajuan radio. Jangan membuat mereka kecewa!

Station format and positioning

Jika radio Anda baru didirikan (brand new), pilihlah format program yang tepat.

Radio programs have two main components: talk and music. Throughout the world, the most popular stations are the ones that play music the majority of the time. But listeners want more than just music, and a station that has no news will get a smaller audience (other things being equal) than a station with short news bulletins every hour. The most popular stations have either "mostly talk" or "mostly music" - but not a 50-50 mixture (which produces very small audiences), nor 90-10.

Program radio meliputi dua komponen utama: talk and music. Program radio Anda harus meliputi musik karena radio identik dengan musik (lagu). Namun, jangan pernah abaikan program berita. 

Radio yang tidak mempunyai program berita akan memiliki pendengar yang lebih sedikit. Demikian juga, radio yang hanya menyiarkan berita akan punya pendengar sedikit.

Pendengar butuh hiburan, tapi mereka juga butuh informasi aktual, bahkan sebagian butuh saluran pendapat untuk menyuarakan ide-pemikirannya. Maka, sediakan pula "ruang publik" dengan melibatkan opini pendengar (Phone In Show dan Interactive Program).

Format yang baik bagi radio berita (mostly-talk station) adalah menyiarkan banyak berita, peristiwa terkini, fiksi, dan dokumenter pendek --"talk" jangan lebih dari 15 menit.

Format terbaik bagi radio musik (mostly-music station) adalah selingan berita, misalnya tiap 30 menit (news insert/breaking news), selain menyajikan program khusus berita di pagi hari yang tetap "full music": berita-lagu-berita-lagu-berita-lagu.

Target pendengar atau format dulu?

Mendahulukan target pendengar atau format? Marketer yang terlatih dengan baik akan menyarankan Anda menentukan dulu target pendengar, lalu temukan tipe program yang mereka sukai. Marketers: Target audience first, then type of program!

Programmer radio berpengalaman akan tahu format yang pendengar inginkan dan berusaha menemukan target audiens untuknya. Programmers: Format first, then audience!

Pada praktiknya, Anda harus mampu memadukan kedua cara tersebut. Yang terbaik, survei pendengar dulu, baru tentukan format!

Interactivity: Program Siaran Interaktif

Program radio bisa dipilah menjadi 
  1. educational program
  2. informative program
  3. artistic program

Radio tradisional adalah "medium satu-ke-banyak" (one-to-many medium). Satu suara --menghibur, mendidik, dan menyampaikan informasi kepada publik.

Konten radio terpopuler (most popular radio content) adalah interactive programming yang memberikan kesempatan kepada pendengar untuk interaksi --suara mereka terdengar di radio, ini "membanggakan" pendengar.

Ada tiga cara membuat program siaran interaktif:
1. Program yang menciptakan komunikasi dua arah (two-way communication), antara pendengar dan penyiar/stasiun radio: talkback or phone-in programs, musical requests, free classified ads, on-air competitions, games, talent quests, appeals, radiothons, Q & A "question and answer" programs), and radio browsing programs. 

2. Program siaran yang mendorong pendengar ikut berdiskusi: program khusus, siaran pertandingan olahraga, "papan catatan komunitas" (community noticeboards), wawancara dengan orang biasa (vox pop), opini dan presenter kontroversial, ucapan selamat, segmen phone-in.

3. Program yang bekerja sama dengan media lokal, menciptakan "pertukaran" audiens (exchange of audiences). Misalnya, Anda mengundang editor koran lokal untuk menyampaikan editorial secara onair seminggu sekali, diikuti diakusi via telepon. Sebagai kompensasinya, media lokal tersebut mempublikasikan atau mempromosikan acara tersebut plus acara lainnya, atau mereview beberapa program.

The more interactivity you can include on-air, the more your audience is likely to grow, and the more likely your station is to satisfy the whole community's needs.

Membangun komunitas pendengar

Di negara maju, mendengarkan radio sering merupakan "aktivitas kesendirian" (solitary activity): ketika merka sendiri, mereka menggunakan radio sebagai teman (substitute for human company).

Mendengarkan radio biasanya menjadi aktivitas kedua (second activity): sambil bekerja, mengemudi, atau memasak.

Dalam situasi demikian, radio merupakan "one-way medium": pendengar tidak berpartisipasi, hanya mendengarkan.

Di negara berkembang, pesawat radio masih terbilang mahal, sehingga orang mendengarkan radio secara berkelompok. Dalam situasi ini, siaran radio bisa "memprovokasi interaksi" di anatara kelompok --keluarga, tetangga, kolega, atau teman-teman.

Instead of radio being a one-way medium, interactive programming can transform it into a two-way medium, with communication in both directions. Though a two-way medium produces much better communication than a one-way medium, it's possible for radio to go beyond two-way communication.

Radio juga bisa membangun jaringan antar anggota komunitas. Ini juga bisa mengurangi potensi konflik di antara kelompok sosial. Radio bisa memanfaatkan kelompok kepentingan khusus atau kelompok pendengar.

Tahun 2001 International Labour Organization (ILO) mensponsori serial program di radio lokal "Mekong Delta" Vietnam: "Start and Improve Your Business". Program ini melibatkan kelompok pendengar yang bertemu seminggu sekali, mendengarkan acara bersama-sama, dan mendiskusikannya setelah itu.

Listeners' clubs

Aktivitas pembangunan komunitas lainnya adalah membentuk klub pendengar yang dipertemukan secara off-air: game, rekreasi, arisan, dll.

Kehadiran komunitas pendengar loyal dan klub pendengar bisa membantu program lain untuk kepentingan radio, seperti Award. ABC Radio di Australia mengadakan  kampanye "Rural Woman of the Year" tahun 1990-an. 

Source: Participative Marketing for Local Radio by Dennis List. Publisher: Original Books, Wellington, New Zealand. ISBN number: 1-86933-540-6. Date of publication: September 2003. http://www.audiencedialogue.net/pmlr4.html

Jurnalistik Radio: Program Berita Radio

Jurnalistik radio
Jurnalistik radio adalah proses pemberitaan melalui media radio. Jurnalistik Radio --Radio Journalism, Broadcast Journalism-- hadir ketika radio yang semula sebagai media hiburan, dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi terbaru (berita) layaknya suratkabar.

Ketika jurnalistik memasuki dunia radio, maka naskah berita dan informasi lainnya harus disesuaikan dengan karakteristik radio sebagai "media dengar" (auditif/auditory). Radio hanya bisa didengarkan, dikonsumsi telinga, maka berita pun berupa suara, bukan tulisan.

Maka, naskah jurnalistik radio (berita) pun harus menggunakan bahasa tutur karena ia akan "disuarakan" (dibacakan) oleh news presenter (penyaji berita).

Program Berita Radio

Kehadiran jurnalistik radio membawa tipe program radio yang baru, yaitu program siaran berita (news program). Program berita ini bisa hanya berupa sisipan (insert), program khusus, atau bahkan laporan/siaran langsung (live reporting).

Program siaran berita radio meliputi:
1. News Insert -- sisipan berita aktual di tengah siaran acara lain. Dikenal juga sebagai "breaking news".
2. Bulletin --siaran berita khusus, durasi 1-2 jam, berisi informasi aktual dengan selingan lagu dan iklan.
3. Talkshow -- perbincangan dengan narasumber untuk membahas sebuah tema, masalah, atau peristiwa aktual.
4. Vox Pop -- opini masyarakat tentang suatu masalah atau peristiwa berupa rekaman (potongan wawancara, soundbite).
5. Phone In -- opini masyarakat tentang suatu masalah atau peristiwa via telepon atau saluran komunikasi lainnya seperti SMS dan media sosial.

Jurnalistik radio membutuhkan keahlian khusus dalam penulisan naskah berita, seperti sign-posting (tanda-tanda baca) dan penggunaan efek suara, soundbite, dan rekaman suara latar.

Presenter berita juga  harus punya keahlian khusus berita suara bagus dan wawasan luas. Wasalam.*

Dasar-Dasar Siaran Radio

dasar-dasar siaran radio
Dasar-dasar siaran radio (basic announcing) adalah hal-hal mendasar yang harus dipahami dan dikuasai penyiar radio. Penyiar radio tidak "asal" ngomong di ruang siaran. Ada dasar-dasar siaran radio yang mesti diperhatikan sehingga bisa siaran radio dengan baik dan benar.

Dasar-dasar siaran radio minimal lima:

1. SMILE. Senyum. Awali dengan senyum sebelum dan sambil membuka siaran (opening) --salam, sapa pendengar, dll.-- sehingga melahirkan "Smiling Voice" yang terdengar akrab, hangat, enak didengar.

2. VISUALISASI 1. Bayangkan pendengar hanya SATU orang dan DI DEPAN kita. Visualisasi demikian akan melahirkan volume suara yang pelan namun powerful dan hangat.

3. VISUALISASI 2. Bayangkan pendengar satu orang yang di depan kita itu adalah TEMAN AKRAB, intimate friend, best friend, sehingga kita bicara ramah, asyik, menyenangkan, dan ceria. Bicaralah layaknya ngobrol mengasyikkan dengan dia.

4. TEKNIK VOKAL. Bicaralah dengan SUARA DIAFRAGMA. Duduk tegak, jangan membungkuk, dan rileks! Bicaralah dengan artikulasi yang baik (jelas), aksenstuasi (stressing pada kata-kata tertentu), tidak monoton, tidak terlalu cepat (speed) dsb.

5.  AIR PERSONALITY. Kepribadian di udara, yaitu attitude (sikap) dan gaya berbicara sesuai dengan format radio, format acara, dan gaya siaran (ceria, serius, humoris).

Demikian Lima Dasar-Dasar Siaran Radio. Kenapa cuma lima? Karena Pancasila juga lima sila, he he...

Tentu masih banyak dasar-dasar siaran radio lainnya, seperti pemahaman format radio, format clock, penguasaan alat siaran, pemahaman visi-misi program acara, dan sebagainya. Stay tuned aja di blog ini ya biar gak ketinggalan! Salam Broadcter!

Sumber: Buku Dasar-Dasar Siaran Radio (Basic Announcing) karangan Asep Syamsul M. Romli, Penerbit Nuansa Cendikia Bandung.

Tiga Daya Tarik Radio

radio
Daya tarik radio adalah hal yang menarik dari radio sehingga radio didengarkan oleh masyarakat. Menurut romeltea.com, minimal ada tiga hal yang menjadi alasan pendengar mendengarkan sebuah radio. Jika salah satunya tidak ada, maka radio itu tidak akan didengarkan alias dicuekin!

Tiga daya tarik radio menurut blog romeltea itu adalah:
1. Lagu
2. Penyiar
3. Informasi

Dari tigal alasan mendengarkan radio itu, salah satunya harus bagus. Kalau ketiganya bagua, mantap banget! Kalau jelek semuanya.........? Habislah riwayat radio itu. Bagaimana tidak bangkrut, kalo lagu jelek, penyiar jelek (siarannya jelek maksudnya), dan informasinya juga tidak aktual dan tidak menarik?

LAGU
Mendengarkan lagu adalah alasan utama mayoritas pendengar menyalahan radio mereka. Lagu memang identik dengan radio. Radio identik dengan musik. Radio gudangnya lagu. Jadi, kalo masyarakat ingin dengerin lagu, ya pastinya setel radio selain memutar lagu sendiri di HP atau di Komputernya (pasti hasil bajakan atau download ilegal tuh, wkwkwk....!)

Jadi, radio harus memutarkan lagu yang enak, lagu hits, jika ingin didengarkan radio. Ada triknya lho dalam menyusun list lagu untuk diputar. Mau tau? Stay tune di blog ini ^_^

PENYIAR
Kalau lagunya jelek, baik jelek karena kualitas audio maupun memang "gak enakeun", maka penyiarnya harus bagus, artinya gaya siarannya harus menarik, memikat, memukai, mengesankan, bikin gemes dan gregetan pendengar!

Penyiar yang baik harus bersuata baik, teknik vokal baik, teknik pernapasan baik, dan bersikap baik juga --istilahnya  "on air attitude"-nya harys OK! Ramah, friendly, hangat, bersahabat, ceria, de el el.

INFORMASI
Kalau lagu jelek, penyiar juga jelek siarannya, maka minimal informasinya bagus deh! Aktual! Penting! Coba aja, kalau ada acara penting, lalu tidak disiarkan TV, tapi disiarkan radio, maka pastinya radio itu didengarkan banyak orang! Gak ada pilihan 'kan?

Pendengar juga butuh informasi, butuh menambah wawasan, makanya orang radio juga harus berwawasan dan bisa menyebarkan informasi, baik berupa acara khusus berita, maupun berita di sela-sela siaran, misalnya "News Insert" atau ada "Breaking News" gitu deh.

Ok, sekian dulu share admin tentang Tiga Daya Tarik Radio yang menjadi alasan pendengar mau mendengarkan radio kita.*


YOUR RADIO LINK!

Link Radio Buat Radio Anda! Silakan "daftarkan" link radio streaming atau website radio Anda di menu "Radio Streaming".

LINK RADIO ANDA DI SINI!

Link Radio Buat Radio Anda! Silakan "daftarkan" link radio streaming atau website radio Anda di menu "Radio Streaming".

RADIO LINKS HERE !!!

Link Radio Buat Radio Anda! Silakan "daftarkan" link radio streaming atau website radio Anda di menu "Radio Streaming".